Derap langkah kakiku
Memasuki relung hatimu
Putihnya kapas hatimu
Terpenjara oleh keangkuhan
Ingin kau mengingkari, menghindari, menampik
Tapi . . . Terlihat keterbatasanMu
Tak ada upaya menutupinya
Semakin kau menjauh
Maka. . . . . .
Terlihat jelas kemunafikanMu
Sombongmu makin menjadi
Tertumpuk, seakan subur menggerogoti hatimu
Ingatlah kawan
Apalah arti kemunafikan
Jika kejujuran masih diperlukan









No comments:
Post a Comment