Saturday, January 30, 2010

Lihatlah. . !!!

Derap langkah kakiku
Memasuki relung hatimu
Putihnya kapas hatimu
Terpenjara oleh keangkuhan

Ingin kau mengingkari, menghindari, menampik
Tapi . . . Terlihat keterbatasanMu
Tak ada upaya menutupinya

Semakin kau menjauh
Maka. . . . . .
Terlihat jelas kemunafikanMu

Sombongmu makin menjadi
Tertumpuk, seakan subur menggerogoti hatimu

Ingatlah kawan
Apalah arti kemunafikan
Jika kejujuran masih diperlukan

No comments:

Post a Comment